Rabu, 03 Oktober 2012

MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS, MENGAMBIL KEPUTUSAN, DAN PENYELESAIAN MASALAH DALAM KEPERAWATAN



·         Berpikir kritis
           Proses berpikir kritis:
Mengidentifikasi anggapan masalah pokok 
Mempertimbangkan konteks dan arti dari masalah kepada semua individu 
                        Mengumpulkan data yang cukup untuk mempertimbangkan jalan alternatif dan prediksi beberapa hasil.
·         Membuat keputusan
Model-model untuk membuat keputusan sebagai berikut:
1.Model “Memproses Informasi”
2.Model Wheeler’s
3.Proses Keperawatan
Tipe-tipe keputusan:
Keputusan rutin: dapat digunakan untuk merespon terhadap masalah yang terjadi berkelanjutan,   umum, dan  memiliki alasan yang jelas. Keputusan inovatif: dibuat ketika situasi atau masalah tidak biasa dan peraturan atau penuntun tidak didefinisikan dengan jelas.
Membuat pra-keputusan:
Sebelum membuat suatu keputusan, ajukan beberapa pertanyaan berdasarkan data pengkajian. Pertama, apakah perlu untuk membuat suatu keputusan? Apakah ada masalah yang perlu diselesaikan? Persepsi dari masalah bersifat relatif. Pertanyaan membuat pra-keputusan yang lainnya adalah mengenai waktu: seberapa cepat keputusan perlu dibuat?. Satu dari karakteristik kepemimpinan adalah kemampuan untuk berpikir kritis dan membuat keputusan yang sulit dengan cepat dan efektif.
Alat-alat dalam pengambilan keputusan:
Ø  Pros and Cons: mendaftarkan  keuntungan (Pros) dan kerugian (Cons) dari keputusan yang akan diambil.
Ø  Analisa SWOT: alat untuk menganalisa Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (kesempatan), Threat (ancaman).
Ø  2X2 Matrix: serupa dengan analisa SWOT. Alat yang relatif sederhana untuk menampilkan masalah atau hal penting.
-         Penyelesaian Masalah
  o   Teknik “Brainstorming
Suatu teknik yang menggunakan grup untuk menyelesaikan masalah. Suatu grup dengan seorang fasilitator yang mengontrol diskusi dimana membiarkan setiap individu yang ikut bebas untuk mengutarakan ide atau pendapat mereka. Proses dimulai dengan menetapkan dan menyetujui sasaran dan dilanjutkan dengan hal-hal berikut:
1.      Mengilhami ide dan saran dengan batas waktu yang disetujui.
2.      Mengkategorikan/menyingkatkan/menggabungkan/menyaring.
3.      Mengkaji/menganalisa efek atau hasil.
4.      Memprioritaskan pilihan/membuat daftar tingkatan dengan tepat.
5.      Menyetujui aksi dan periode melakukan aksi.
6.      Kontrol dan monitor.
  o   Teknik “7 topi”
1)      Topi biru
Bertindak sebagai fasilitator; mengarahkan pembicaraan; berpikir secara formal.
2)      Topi putih
Berpikir berdasarkan fakta
3)      Topi merah
Cara berpikir yang melibatkan emosi/perasaan dan tidak rasional. Perasaan itu dapat berupa positif atau negatif.
4)      Topi kuning
Pola berpikir yang melihat ke depan.
5)      Topi hijau
Cara berpikir yang melibatkan kreasi atau ide-ide baru
6)      Topi hitam
Berpikir secara logis dan negatif. Tidak pernah menggunakan perasaan seperti halnya topi merah.

Sumber:

nursing in todays world-trends, issues,. mgmt 10th ed-J. Ellis et al (LIPPINCOTT, 2012).

Jones, R. 2007. Nursing Leadership and management : Theories, Processes and practice. Philadelphia: F.A Davis Company

KEAMANAN DAN KESEHATAN TEMPAT KERJA UNTUK PERAWAT


A.    Infeksi adalah suatu bahaya pekerjaan
Transmisi dari infeksi merupakan hal utama yang dipikirkan ketika merawat pasien yang terinfeksi. Hal ini membutuhkan perhatian yang extra dan membuat penanganan menjadi sulit. Beberapa rumah sakit memiliki pegawai RN yang dapat membimbing tenaga medis lainnya dalam melakukan prosedur dengan teknik yang dapat membuat mereka aman dari transmisi infeksi. OSHA (Occupational Safety and Health Administration) telah memberlakukan tindakan pencegahan yang berguna bagi tenaga kesehatan agar terbebas dari penyebaran organisme patogen lewat darah. Antara lain:
à Penyediaan kontainer tempat jarum suntik bekas
à Penyediaan gloves dan eyewear (pelindung mata).
Perawat juga harus berhati-hati terhadap bahaya luka jarum suntik seperti gambar dibawah ini.
Pada gambar terlihat bahwa seorang perawat harus berhati-hati terhadap bahaya luka akibat jarum suntik karena walaupun memakai gloves, tidak dapat menghindarkan terjadinya hal tersebut.
Mencuci tangan secara teratur dan menjaga kekebalan tubuh adalah proteksi dasar yang dapat dilakukan oleh seorang perawat.
B.     Bahaya Ergonomik di lingkungan pekerjaan
Ergonomik adalah ilmu mengenai mengerjakan tugas yang disesuaikan dengan karakteristik fisik untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, dan terlaksana dengan baik.
Ketika tugas yang dikerjakan tidak sesuai dengan karakeristik fisik maka musculoskeletal injury dapat terjadi. Memperhatikan postur tubuh saat mengangkat pasien sangat penting begitu juga dengan perawat yang bekerja di depan komputer haruslah memperhatikan postur tubuh mereka.
C.     Diskriminasi dalam keperawatan
-          Diskriminasi ras
Ketika kita melihat diskriminasi terjadi, apakah di tempat kerja atau di instansi pendidikan, kita perlu mengangkat suara untuk dilakukannya perubahan. NSNA (National Student Nurses’ Association) telah mendukung suatu program bernama Breakthrough to Nursing yang intinya semua orang mendapat kesempatan yang sama untuk menekuni profesi keperawatan.
-          Diskriminasi melawan pria
Masalah ini terjadi tidak hanya di masa lalu. Laki-laki tetap merasa didiskriminasi baik saat di sekolah maupun setelah penamatan. Beberapa laporan mengatakan bahwa ada yang memanggil mereka “orang tolol” atau idiot dan promosi mereka kepada pekerjaan dibatalkan oleh karena jenis kelamin mereka. Di beberapa fasilitas, perawat laki-laki tidak diperbolehkan untuk merawat pasien perempuan atau jika diperbolehkan, ada beberapa pembatasan atas mereka. Jika dalam perawatan berhubungan dengan masalah privacy klien perempuan maka pembatasan tepat untuk dilakukan.
D.    Pelecehan seksual
Pelecehan seksual dikategorikan menjadi 2, yaitu behavior of a sexual nature dan quid pro quo.
First type of sexual harassment may take the form of comments about an individual’s body, persistent unwanted attempts to initiate a personal relationship, the ongoing use of suggestive or obscene language, unwanted touching, or direct sexual advances.
Second type of sexual harassment is called “quid pro quo.” This involves the explicit offer of job-related benefits (working conditions, salary, privileges, or even simply the benefit of remaining employed) in return for sexual favors (Roberts & Mann, n.d.).
Pelaku dapat siapa saja dalam lingkungan pekerjaan. Adapun cara yang dapat dibuat oleh seorang yang dilecehkan adalah dengan memberikan pesan verbal langsung dan jelas kepada pelaku untuk menghentikan perbuatannya dimana dalam pesan itu mengindikasikan bahwa perbuatannya tidak diinginkan, tidak menyenangkan dan harus dihentikan.
E.     Perlakuan yang tak menyenangkan
Disruptive behavior which includes incivility, verbal abuse, and bullying may occur in any setting (Scott, n.d.). In efforts to increase retention of nurses, hospitals have begun asking why nurses leave specific hospitals and nursing altogether. An important factor is the extent to which nurses see themselves as disrespected and verbally abused in the workplace (Rocker, 2008). The most frequently cited type of disruptive behavior was verbal abuse such as yelling or raised voices, disrespect, condescension, berating colleagues, berating patients, and use of abusive language (Longo, 2010). Nonverbal behaviors such as eye-rolling, giving a “cold shoulder”, instituting the “silent treatment”, and passive dismissal may be as distressing to the victim as verbal abuse (Scott, n.d.).
Perlakuan yang tidak menyenangkan dapat menimpa siapa saja dan dapat dilakukan oleh siapa saja dalam lingkungan pekerjaan. Bawahan yang menerima perlakuan tidak menyenangkan dapat melaporkannya kepada atasan. Namun jika yang melakukan tindakan tersebut adalah atasan, dapat dilaporkan ke pihak yang berwewenang lainnya atau atasan yang lebih tinggi.
F.      Tindak kekerasan di tempat kerja
Banyak tindak kekerasan terjadi di fasilitas pelayanan sosial atau kesehatan. Tindak kekerasan umumnya dilakukan oleh keluarga pasien kepada perawat atau tenaga medis lainnya dan kebanyakan terjadi di ruang emergency.

Sumber: Kluwer, W. 2012. Nursing in today's world: trends, issuesm and management, 10th ed. Philadelphia.


Jones, R. 2007. Nursing Leadership and management : Theories, Processes and practice. Philadelphia: F.A Davis Company